Selasa, 17 September 2013
On 19.49 by Unknown in Jaringan 2 comments
Macam Macam Topologi
Untuk Mendirikan Local Area Network (LAN) dibutuhkan suatu rancangan atau bisa kita sebut sebagai topology. topologi adalah suatu rancangan atau desain untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lainnya. Ada beberapa model topologi yang dimana ada beberapa ciri khas, keuntungan dan kekurangannya.
Topologi ini mengacu dan mengadaptasi kepada keadaan jaringan yang ada di-lapangan (memungkinkan atau tidaknya digunakan salah satu topologi). Tapi keseluruhan grand design jaringan (pemilihan alat-alat, aksesoris, aktif / pasif device) dan kebijakan / policy yang akan diaplikasikan setelah selesainya suatu project, akan berdasarkan dari pemilihan bentukan Topologi Jaringan ini.
Macam - macam topologi :
1. Topologi Bus
Keuntungan :
- Hemat kabel
- Layout kabel sederhana
- Mudah dikembangkan
Kerugian :
- Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalu lintas
- Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
- Diperlukan repeater (penguat sinyal) untuk jarak jauh
2. Topologi TokenRING
Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap komputer mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap komputer dan setiap informasi yang diterima komputer diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.
Keuntungan :
- Hemat Kabel
Kerugian :
- Peka kesalahan
- Pengembangan jaringan lebih sulit
3. Topologi STAR
Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan :
• Paling fleksibel
• Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
• Kontrol terpusat
• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
• Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
• Boros kabel
• Perlu penanganan khusus
• Kontrol terpusat
• (Switch / HUB) menjadi elemen kritis
4. Topologi Tree (Pohon)
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Topologi pohon dimulai dari suatu titik yang disebut “headend”. Dari headend beberapa kabel ditarik menjadi cabang, dan pada setiap cabang terhubung beberapa terminal dalam bentuk bus, atau dicabang lagi hingga menjadi rumit.
Ada dua kesulitan pada topologi ini:
Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
5.Topologi Mesh (Tak beraturan)
Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Topologi ini biasanya timbul akibat tidak adanya perencanaan awal ketika membangun suatu jaringan.
Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.
6. Topologi Linear Bus
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
Selasa, 03 September 2013
Susunan Straight
Orange-Putih
Orange
Hiaju
Putih
Biru
Biru
Putih
Hijau
Coklat - Putih
Coklat
*Straight digunakan menghubungkan komputer dengan switch/hub
Ujung yang satunya persis sama, lihat gambar berikut :
Susunan Cross:
Ujung yang satu
Hiaju - Putih
Hijau
Orange - Putih
Biru
Biru - Putih
Orange
Coklat - Putih
Coklat
Sedangkan ujung satunya lagi
Orange - Putih
Orange
Hijau - Putih
Biru
Biru - Putih
Hijau
Coklat - Putih
Coklat
* Cross digunakan jika akan menghubungkan 2 buah komputer tanpa hub/switch atau bisa juga menghubungkan 2 buah switch/hub.
Perhatikan gambar berikut
Langkah terakhir kita pakai LAN tester..
Jika memakai sistem straight, maka lampu no 1 sampai 8 harus hidup dengan susunan urut
1 <<==>> 1
2 <<==>> 2
3 <<==>> 3
4 <<==>> 4
5 <<==>> 5
6 <<==>> 6
7 <<==>> 7
8 <<==>> 8
Sedangkan jika memakai sistem cross, maka susunan lampu hidupnya sebagai berikut:
1 <<==>> 3
2 <<==>> 6
3 <<==>> 1
4 <<==>> 4
5 <<==>> 5
6 <<==>> 2
7 <<==>> 7
8 <<==>> 8
Orange-Putih
Orange
Hiaju
Putih
Biru
Biru
Putih
Hijau
Coklat - Putih
Coklat
*Straight digunakan menghubungkan komputer dengan switch/hub
Ujung yang satunya persis sama, lihat gambar berikut :
Susunan Cross:
Ujung yang satu
Hiaju - Putih
Hijau
Orange - Putih
Biru
Biru - Putih
Orange
Coklat - Putih
Coklat
Sedangkan ujung satunya lagi
Orange - Putih
Orange
Hijau - Putih
Biru
Biru - Putih
Hijau
Coklat - Putih
Coklat
* Cross digunakan jika akan menghubungkan 2 buah komputer tanpa hub/switch atau bisa juga menghubungkan 2 buah switch/hub.
Perhatikan gambar berikut
Langkah terakhir kita pakai LAN tester..
Jika memakai sistem straight, maka lampu no 1 sampai 8 harus hidup dengan susunan urut
1 <<==>> 1
2 <<==>> 2
3 <<==>> 3
4 <<==>> 4
5 <<==>> 5
6 <<==>> 6
7 <<==>> 7
8 <<==>> 8
Sedangkan jika memakai sistem cross, maka susunan lampu hidupnya sebagai berikut:
1 <<==>> 3
2 <<==>> 6
3 <<==>> 1
4 <<==>> 4
5 <<==>> 5
6 <<==>> 2
7 <<==>> 7
8 <<==>> 8
Sabtu, 08 Juni 2013
On 13.59 by Unknown in Komputer No comments
POST ( POWER ON SELF TEST )
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
1
| CPU dan Monitor mati, tidak ada beep | 1. Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V2. Power supply |
2
| CPU hidup, Monitor Mati, Tidak ada beep | 1. Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor2. Monitor |
3
| CPU hidup, Monitor Mati, ada beep | Disesuaikan dengan beep |
Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Kode Beep AWARD BIOS
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
1
| 1 beep pendek | PC dalam keadaan baik |
2
| 1 beep panjang | Problem di memori |
3
| 1 beep panjang 2 beep pendek | Kerusakan di modul DRAM parity |
4
| 1 beep panjang 3 beep pendek | Kerusakan di bagian VGA. |
5
| Beep terus menerus | Kerusakan di modul memori atau memori video |
Kode Beep AMI BIOS
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
1
| 1 beep pendek | DRAM gagal merefresh |
2
| 2 beep pendek | Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori) |
3
| 3 beep pendek | BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama. |
4
| 4 beep pendek | Timer pada sistem gagal bekerja |
5
| 5 beep pendek | Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor |
6
| 6 beep pendek | Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik |
7
| 7 beep pendek | Video Mode error |
8
| 8 beep pendek | Tes memori VGA gagal |
9
| 9 beep pendek | Checksum error ROM BIOS bermasalah |
10
| 10 beep pendek | CMOS shutdown read/write mengalami errror |
11
| 11 beep pendek | Chache memori error |
12
| 1 beep panjang 3 beep pendek | Conventional/Extended memori rusak |
13
| 1 beep panjang 8 beep pendek | Tes tampilan gambar gagal |
Kode Beep IBM BIOS
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
1
| Tidak ada beep | Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
2
| 1 beep pendek | Normal POST dan PC dalam keadaan baik |
3
| beep terus menerus | Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
4
| Beep pendek berulang-ulang | Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang |
5
| 1 beep panjang 1 beep pendek | Masalah Motherboard |
6
| 1 beep panjang 2 beep pendek | Masalah bagian VGA Card (mono) |
7
| 1 beep panjang 3 beep pendek | Masalah bagian VGA Ccard (EGA). |
8
| 3 beep panjang | Keyboard error |
9
| 1 beep, blank monitor | VGA card sirkuit |
PHOENIX BIOS
Kode beep pada Phoenix BIOS sedikit berbeda dengan bunyi beep" pada type BIOS lainnya. Pada PHOENIX serangkaian beep akan dipisahkan oleh jeda, jadi tidak menurut panjang atau pendeknya, misalnya:
beep - beep beep - beep - beep beep akan menjadi 1-2-1-2
1-1-4-1
|
Kesalahan Cache (Level 2)
|
1-2-2-3
|
ROM BIOS Checksum
|
1-3-1-1
|
DRAM Segarkan Uji
|
1-3-1-3
|
Keyboard kontroler uji
|
1-3-4-1
|
RAM Kegagalan pada baris alamat xxxx (cek memori)
|
1-3-4-3
|
RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte rendah dari bus
memori
|
1-4-1-1
|
RAM Kegagalan pada xxxx bit data byte tinggi dari bus
memori
|
2-1-2-3
|
ROM pemberitahuan hak cipta
|
2-2-3-1
|
Test untuk interupsi tak terduga
|
1-1-4
|
BIOS rusak
|
1-2-1
|
Motherboard rusak
|
1-3-1
|
Masalah RAM, RAM tidak terpasang dengan baik
|
3-1-1
|
Motherboard Rusak
|
3-3-4
|
Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik
|
Keyboard error : untuk masalah pada keyboard
CMOS error : cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self-Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.
On 00.05 by Unknown in Lainnya No comments
Configuration lalu sesuaikan setting kamu seperti gambar dibawah ini, jangan lupa set Plugins dan Biosnya yang udah ada di dalam Folder Plugins dan Bios, atau kalau kamu mau yang terbaru bisa cari di Google.
Setelah itu pilih CPU Config dan sesuai kan setting kamu dengan gambar dibawah ini 
Setelah itu pilih Speedhack dan sesuai kan setting kamu dengan gambar dibawah ini

Setelah semua nya beres tinggal Run DVD Ps2 kamu, atau yang ingin memakai File ISO game Ps2 gunakan Ultra ISO untuk menjadikan DVD Ps2 menjadi file ISO, setelah di jadikan file ISO kini kamu tidak akan memerlukan DVD Ps2nya lagi^^
Jumat, 07 Juni 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
Langkah pertama, kita harus mengkonfigurasi kedua NIC pada PC Router. Pastikan ethernet A mendapat IP 192.168.1.2 (satu jaringan dengan ser...
-
Berikut ini tips merwat Flashdisk anda : Jauhkan dari medan magnet yang kuat . Barang-barang elektronik seperti TV dan handphone sangat...
-
1. Masukkan CD instalasi windows vista kedalam CD/DVD drive. Sebelumnya setting bios agar komputer membaca CD/DVD ...
-
1. Terlebih dahulu setting Bios booting untuk DVD.Lalu Save Setting 2. Sekarang masukan DVD windows 7. 3. Tekan tombol apa saja...
-
Keuntungan dari jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resource hardware ataupun software yang ada. Remote Access adalah sal...
-
Persiapan: Sediakan bahan2 untuk menginstall,yang paling terpenting sediakanlah makanan dan minuman agar tidak kehausan dan tidak kelapar...
-
1. Pertama pastikan Virtual box terinstall di PC anda . Jika belum, dapat didownload Disini . Jika sudah, 2. Jalankan VirtualBox, klik...
Followers
DnA . Diberdayakan oleh Blogger.
















