Sabtu, 06 Desember 2014
On 16.41 by Unknown in Jaringan No comments
MySQL adalah sebuah
sistem manajemen database relasi yang bersifat “terbuka” (open source). Terbuka
maksudnya adalah MySQL boleh didownload
oleh siapa saja, baik versi kode program aslinya (source code program) maupun
versi binernya (executable program) dan bisa digunakan secara gratis baik untuk
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai suatu program
aplikasi komputer. Sejarah MySQL yang merupakan hasil buah pikiran dari Michael
“Monty” Widenius, David Axmark, dan Allan Larson dimulai tahun 1995. Mereka
bertiga kemudian mendirikan perusahaan bernama MySQL AB di Swedia. MySQL
memiliki kinerja, kecepatan proses, dan ketangguhan yang tidak kalah
dibandingkan dengan database-database besar lainnya yang komersil seperti
ORACLE, Sybase, Unify dan sebagainya. Dengan bersemangatkan Open Source, MySQL
berkembang menjadi salah satu sistem manajemen database relasi terkemuka yang
diakui secara Internasional. MySQL menggunakan bahasa standar SQL (Structure
Query Language) sebagai bahasa interaktif dalam mengelola data. Perintah SQL
sering juga disebut Query.
Tipe-Tipe Data My SQL
Secara umum tipe data pada MySQL dibagi menjadi 4 yaitu:
1. Numeric Values
yaitu angka atau bilangan seperti 10; 123; 100.50; -10; 1.2E+17; 2.7e-11; dan
sebagainya. Tipe data ini dibagi menjadi dua yaitu Bilangan Bulat (Integer) dan
Bilangan Pecahan (Floating-point). Bilangan bulat adalah bilangan tanpa tanda
desimal sedangkan bilangan pecahan adalah bilangan dengan tanda desimal. Kedua
jenis bilangan ini dapat bernilai positif (+) dan juga negatif (-). Jika
bilangan tersebut menggunakan tanda positif (+) atau (-), maka disebut SIGNED.
Sebaliknya bila tanpa tanda apapun disebut UNSIGNED. Karena tanda positif (+)
dapat diabaikan penulisannya maka pada bilangan yang bernilai positif disebut
UNSIGNED.
2. String/Character
Values adalah semua karakter (atau teks) yang penulisannya selalu diapit oleh
tanda kutip baik kutip tunggal (‘) maupun kutip ganda (“). Hal ini tidak hanya
berlaku pada huruf alfabet saja tetapi angka yang ditulis dengan tanda kutip
pun akan menjadi karakter atau string.
3. Date and Time
Values yaitu tanggal dan waktu. Untuk jenis data tanggal dan waktu format
standar (default) penulisan tanggalnya adalah “tahun-bulan-tanggal”, Misalnya
untuk 22 Januari 2001 dituliskan “2002-01-22”. Untuk penulisan waktu, formatnya
adalah “jam-menit-detik”. Contoh, “13:55:07”. Data tanggal dan waktu bisa
digabung penulisannya menjadi “2002-01-22 13:55:07”.
4. NULL. NULL
sebenarnya bukan data, tapi dia mewakili sesuatu yang “tidak pasti”, “tidak
diketahui” atau “belum ada nilainya”. Sebagai contoh dalam kehidupan
sehari-hari Anda melakukan suatu survei berapa jumlah pengguna sistem operasi
LINUX dan Windows di Indonesia. Selama survei belum tuntas maka data pastinya belum
dapat diketahui. Oleh sebab itu, data tersebut bisa diwakili dengan NULL, alias
belum diketahui.
Pada tipe-tipe data MySQL terdapat beberapa atribut yang
memiliki arti sebagai berikut:
• M, menunjukkan lebar karakter maksimum. Nilai M
maksimum adalah 255.
• D, menunjukkan jumlah angka di belakang koma.
Nilai maksimum D adalah 30 tetapi dibatasi oleh nilai M, yaitu tidak boleh
lebih besar daripada M-2.
• Atribut yang
diberi tanda [ dan ] berarti pemakaiannya adalah optional.
• Jika atribut
ZEROFILL disertakan, MySQL akan otomatis menambahkan atribut UNSIGNED.
• UNSIGNED adalah
bilangan tanpa tanda di depannya (misalnya tanda negatif).
Berikut tipe-tipe data yang didukung oleh MySQL, antara
lain:
1. Tipe data untuk
bilangan
No
|
Tipe Data
|
Bentuk Dasar Penulisan
|
Keterangan
|
Ukuran
|
1.
|
TINYINT
|
TINYINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat
positif dan negatif.
Bilangan bulat terkecil, dengan jangkauan untuk
bilangan bertanda -128 sampai dengan 127 dan untuk yang tidak bertanda 0
sampai dengan 255. Bilangan tak bertanda ditandai dengan kata UNSIGNED
|
1 byte
|
2.
|
SMALLINT
|
SMALLINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat
positif dan negatif.
Jangkauan untuk bilangan bertanda -32768 sampai
dengan 32767 dan untuk yang tidak bertanda (jangkauan unsigned) 0 sampai
dengan 65535
|
2 byte
|
3.
|
MEDIUMNIT
|
MEDIUMINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat
positif dan negatif.
Jangkauan untuk bilangan bertanda -8388608
sampai dengan 8388607 dan untuk yang tidak bertanda (jangkauan unsigned) 0
sampai dengan 16777215
|
3 byte
|
4.
|
INT
|
INT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat
positif dan negatif .
Jangkauan untuk bilangan bertanda -2147483648
sampai dengan 2147483647 dan untuk yang tidak bertandan (jangkauan
usigned) 0 sampai dengan 4294967295
|
4 byte
|
5.
|
INTEGER [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Sama dengan INT.
|
||
6.
|
BIGINT
|
BIGINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat
positif dan negatif .
Jangkauan untuk bilangan bertanda
-9223372036854775808 sampai dengan 9223372036854775807 dan untuk yang tidak
bertanda 0 sampai dengan
184467440737079551615 |
8 byte.
|
7.
|
FLOAT
|
FLOAT [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan
positif dan negatif presisi tunggal.
Jangkauan: -3.402823466E+38 s/d -1.175494351E-38,
0, dan 1.175494351E-38 s/d 3.402823466E+38
|
4 byte
|
8.
|
DOUBLE
|
DOUBLE [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan
positif dan negatif presisi ganda.
Tidak dapat bersifat unsigned.
Nilai yang diijinkan adalah
-1.7976931348623157E+308 hingga -2.2250738585072014E-308 untuk nilai negatif,
0, dan 2.2250738585072014E-308 hingga 1.7976931348623157E+308 untuk nilai positif.
|
8 byte
|
9.
|
DOUBLE PRECISION [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Bilangan pecahan berpresisi
ganda. |
8 byte.
|
|
10.
|
REAL [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Sinonim dari DOUBLE.
|
8 byte.
|
|
11.
|
DECIMAL
|
DECIMAL [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan
positif dan negatif.
Misalnya DECIMAL(5,2) dapat digunakan untuk
menyimpan bilangan -99,99 sampai dengan
99,99 |
M byte
|
12.
|
NUMERIC [(M,D)] [ZEROFILL]
|
Sama dengan Decimal.
|
M byte.
|
No
|
Tipe
Data |
Bentuk Dasar Penulisan
|
Keterangan
|
Ukuran
|
1.
|
DATETIME
|
Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1000-01-01 00:00:00’ sampai dengan ‘9999-12-31 23:59:59’ |
8 byte.
|
|
2.
|
DATE
|
Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1000-01-01’ sampai dengan ‘9999-12-31 ’ |
8 byte.
|
|
3.
|
TIMESTAMP
|
TIMESTAMP [(M)]
|
Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1970-01-01’ sampai dengan ‘2037 ’ |
4 byte.
|
4.
|
TIME
|
Digunakan untukmenyimpan waktu dengan jangkauan
dari
-838:59:59 sampai dengan 838:59:59 |
3 byte.
|
|
5.
|
YEAR
|
Digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal
antara 1901 sampai dengan 2155
|
1 byte
|
3. Tipe data untuk
karakter dan lain-lain
No
|
Tipe
Data |
Bentuk Dasar Penulisan
|
Keterangan
|
Ukuran
|
1.
|
CHAR
|
CHAR(M) [BINARY]
|
Data string dengan panjang yang tetap. CHAR(1) cukup
ditulis dengan CHAR. 1<=M<=255, Jika ada sisa, maka sisa tersebut diisi
dengan spasi (misalnya nilai M adalah 10, tapi data yang disimpan hanya
memiliki 7 karakter, maka 3 karakter sisanya diisi dengan spasi). Spasi ini
akan dihilangkan apabila data dipanggil. Nilai dari CHAR akan disortir dan
diperbandingkan secara case-insensitive menurut default character set yang
tersedia, kecuali bila atribut BINARY disertakan.
|
M byte.
|
2.
|
VARCHAR
|
VARCHAR (M)
[BINARY]
|
Ukuran L+1 byte dengan L<=M dan
1<=M<=255. Data string dengan panjang bervariasi tergantung datanya. Jika nilai M adalah 10 sedangkan data yang disimpan hanya terdiri dari 5 karakter, maka lebar data tersebut hanya 5 karakter saja, tidak ada tambahan spasi. |
L+1 byte
|
3.
|
TINYBLOB,
TINYTEXT
|
L+1 byte, dengan L<28 . Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 255 karakter. |
L+1 byte
|
|
4.
|
BLOB,
TEXT
|
L+2 byte, dengan L<216 . Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 65535 karakter. |
L+2 byte
|
|
5.
|
MEDIUMBLOB, MEDIUMTEXT
|
L+3 byte, dengan L<224. Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 1677215 karakter. |
L+3 byte
|
|
6.
|
LONGBLOB, LONGTEXT
|
L+4 byte, dengan L<232. Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 4294967295 karakter. |
L+4 byte
|
|
7.
|
ENUM
|
ENUM(’nilai1’,’nilai2’,..)
|
Ukuran 1 atau 2 byte tergantung nilai
enumerasinya maks 65535 nilai |
1 atau 2 byte
|
8.
|
SET
|
SET(’nilai1’,’nilai2’,..)
|
Ukuran 1,2,3,4 atau 8 byte tergantung
jumlah anggota himpunan maks 64 anggota.
|
1,2,3,4 atau 8 byte
|
Tipe-tipe yang didukung MySQL di atas dapat menjadi
pilihan dalam penyusunan database. Sebagai contoh, jika kita hendak menyimpan
data jumlah suatu stok barang yang tidak melebihi angka 200 misalnya, maka
sebaiknya memilih tipe data TINYINT yang diberi atribut UNSIGNED. Alasannya
adalah jumlah stok tidak melebihi 200 dan tidak mungkin lebih kecil dari 0, dan
tipe data TINYINT memiliki jangkauan 0 hingga 255, jadi memenuhi syarat untuk
digunakan.
Contoh yang lain,
misalnya kita hendak membuat database nomor telpon dari teman-teman kita.
Memang nomor telpon seluruhnya terdiri dari angka, namun nampaknya tidak tepat
bila disimpan dalam tipe data INT (atau bahkan BIGINT bila hendak menyimpan
nomor handphone). Lebih baik dimasukkan ke dalam CHAR atau VARCHAR dengan M
adalah 12. Mengapa 12? Karena nomor handphone terpanjang terdiri dari 12 digit.
Sedangkan nomor telpon rumah terpanjang adalah 8 digit ditambah kode area
terpanjang 4 digit, jadi angka 12 sangat pas.
Lalu bagaimana
penerapannya dalam operasi MySQL? Misalnya kita hendak membuat tabel stok barang
dengan masing-masing field adalah kode barang, nama barang, harga barang,
supplier, dan tanggal beli, maka kemungkinan perintah yang harus ditulis adalah
sebagai berikut:
MySQL> create
table stok
-> kode char(5),
-> nama
varchar(20),
-> harga mediumint
unsigned,
-> supplier
char(5),
-> tanggal date);
Perintah tersebut di
atas akan membuat tabel bernama stok dengan field-field sebagai berikut:
Nama field
|
Tipe data
|
Keterangan
|
Kode
|
Char(5)
|
Kode barang biasanya memiliki jumlah karakter
tetap, dalam contoh ini adalah 5.
|
Nama
|
Varchar(20)
|
Nama barang kemungkinan besar memiliki jumlah
karakter yang berbeda-beda, sehingga cocok menggunakan varchar.
|
Harga
|
Mediumint Unsigned
|
Harga tergantung dari jenis barangnya, pada
contoh ini dianggap harga barang tertinggi di bawah 100 jutaan.
|
Demikian penjelasan singkat mengenai MYSQL serta Tipe-Tipe
Data yang Didukung oleh MYSQL. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan
Anda...
On 16.09 by Unknown in Debian No comments
DHCP
(Dynamic Host Control Protocol)
Server
DHCP (Dynamic Host
Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur
client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu
jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan
alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan
lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat
IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter
jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan
DNS server.
Cara Kerja
Karena DHCP
merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam
DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
- DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat
“menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien
yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT
Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki
layanan seperti ini.
- DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien
DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP
Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT
Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau
GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP Client akan mencoba
untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses
empat langkah berikut:
- DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk
mencari DHCP Server yang aktif.
- DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client,
DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
- DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari
salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang
bersangkutan.
- DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan
mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan
sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan
memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai
proses binding
dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien
pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki
alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server
yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan
alamat (address
renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone,
sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data
alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server
lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server
tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host
memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server
juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien
akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server
harus memiliki alamat IP yang statis.
DHCP Scope
DHCP Scope adalah
alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh
seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server.
Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut
sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP
Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data
DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil
dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang
sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi
DHCP Scope.
DHCP
Lease
DHCP Lease adalah batas
waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server.
Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang
administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi. DHCP Lease
juga sering disebut sebagai Reservation.
DHCP
Options
DHCP Options adalah
tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika
sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling
tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat
dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada
klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options
ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu
dalam jaringan.
Kelebihan DHCP
1.
Memudahkan
dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
2.
DHCP
menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini
didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang
kompleks.
3.
DHCP
memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat
IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak
sedang menggunakannya (off).
4.
DHCP
memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu
tertentu dari server.
5.
DHCP
akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya
kepada client.
Install paket DHCP
server dengan menggunakan perintah berikut:
$ apt-get
install dhcp3-server
Konfigurasi DHCP Server
Konfigurasi DHCP
server terletak pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Berikut langkah-langkah
konfigurasi DHCP
server:
1. Edit file
/etc/dhcp3/dhcpd.conf
#
nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
2. Edit file
tersebut sehingga isi file seperti berikut:
§ subnet 192.168.25.0 netmask
255.255.255.0
Baris ini
menjelaskan sub network kita yang akan di berikan ip otomatis.
§ range 192.168.25.10
192.168.25.50;
Baris ini membahas
range ip yang akan diberikan ke client sebagai ip
otomatis.
§ option domain-name-servers 192.168.25.1;
Baris ini
menjelaskan IP/Domain DNS Server
§ option domain-name "smktkj.sch.id";
Baris ini menjaskan
domain yang dipakai client.
§
option routers 192.168.25.1;
Baris ini
menjelaskan IP default gateway yang di pakai client
§ option broadcast-address 192.168.25.255;
Baris ini
menjelaskan alamat broadcast network
§ default-lease-time 600; dan
max-lease-time 7200;
baris ini menjelaskan batas pemakaian IP.
3. Simpan file
tersebut, lalu restart DHCP
#
/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
Jika kita ingin memberikan
ip tertentu sesuai MAC Address, maka tambahkan konfigurasi
berikut pada file
/etc/dhcp3/dhcpd.conf
Carilah baris :
#host
fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
Dan rubah menjadi :
host
ws-03 {
hardware
ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
fixed-address
192.168.25.3;
}
On 15.58 by Unknown in Debian No comments
Domain Name System Server adalah server yang
berfungsi menyimpan informasi tentang hostname atau domain dalam bentuk basis
data tersebar di dalam jaringan komputer, misalnya pada internet. DNS bisa
dianggap seperti buku telepon dimana saat pengguna mengetikkan www.lastkomputer.com
maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 202.19.10.1
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah nslookup/dig pada ip address DNS Server kita seperti contoh berikut
1.10.19.202.in-addr.arpa name = lastkomputer.com
Lakukan instalasi
paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#apt-get
install bind9
Selanjutnya
lakukan konfigurasi pada "named.conf.local" dengan mengetikkan
perintah seperti berikut
#nano
/etc/bind/named.conf.local
Edit
konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
zone "lastkomputer.com"
{
type master;
file "/etc/bind/db.lk";
};
zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
type master
file "/etc/bind/db.202";
};
type master;
file "/etc/bind/db.lk";
};
zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
type master
file "/etc/bind/db.202";
};
Setelah
itu save dengan menekan Ctrl+O,
dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file
"db.local" dan simpan dengan nama "db.lk". Gandakan
juga file "db.127" dan simpan dengan nama "db.202" seperti
berikut.
#cp
/etc/bind/db.local /etc/bind/db.lk
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.202
#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.202
Selanjutnya
lakukan konfigurasi pada "db.smktkj" dengan mengetikkan perintah
seperti berikut
#nano
/etc/bind/db.lk
Edit
konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
;
$TTL 604.800
@ IN SOA lastkomputer.com. root.lastkomputer.com. (
$TTL 604.800
@ IN SOA lastkomputer.com. root.lastkomputer.com. (
2 ;
Serial
604800 ; Refresh
604800 ; Refresh
86400 ;
Retry
2419200 ;
Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS lastkomputer.com
@ IN NS lastkomputer.com
@ IN A 202.19.10.1
www IN CNAME @
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan
Ctrl+X.
Note : Agar lebih cepat untuk mengganti "localhost" menjadi "lastkomputer.com" gunakan "Ctrl+\" untuk mereplace.
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.202" dengan
mengetikkan perintah seperti berikut
#nano
/etc/bind/db.202
Edit
konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
;
$TTL 604.800
$TTL 604.800
@ IN SOA lastkomputer.com. root.lastkomputer.com. (
2 ;
Serial
604800 ; Refresh
604800 ; Refresh
86400 ;
Retry
2419200 ;
Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS lastkomputer.com.
1 IN PTR lastkomputer.com.
1 IN PTR lastkomputer.com.
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan
Ctrl+X.
#nano
/etc/resolv.conf
Dan
isikan script berikut.
search lastkomputer.com
nameserver 202.19.10.1
nameserver 202.19.10.1
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
#/etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service . . . : bind9.
Starting domain name service . . . : bind9.
Stopping domain name service . . . : bind9.
Starting domain name service . . . : bind9.
Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah nslookup/dig pada ip address DNS Server kita seperti contoh berikut
#nslookup 202.19.10.1
Server: 202.19.10.1
Address 202.19.10.1#53
1.10.19.202.in-addr.arpa name = lastkomputer.com
Lakukan
hal serupa pada domain DNS Server kita seperti berikut.
#nslookup
smktkj.sch.id
Server: 202.19.10.1
Address 202.19.10.1#53
Name: lastkomupter.com
Address: 202.19.10.1
Server: 202.19.10.1
Address 202.19.10.1#53
Name: lastkomupter.com
Address: 202.19.10.1
Jika
hasilnya seperti di atas, maka instalasi DNS Server telah selesai
==NOTE==
~Bagaimanakah kita membuat 2 atau lebih DNS, server2 (ip 202.19.10.3)?
Yang
harus di lakukan pada server1 (ip 202.19.10.1) adalah membuat zone dengan nama
sesuai pesanan misalnya new komputer.com
Edit file /etc/bind/named.conf.local
#nano
/etc/bind/named.conf.local
zone "lastkomputer.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.lk";
};
zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
type master
file "/etc/bind/db.202";
};
type master;
file "/etc/bind/db.lk";
};
zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
type master
file "/etc/bind/db.202";
};
zone "newkomputer.com" {
type master;
file "/etc/bind/db.nk";
};
type master;
file "/etc/bind/db.nk";
};
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan
Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama
"db.tkj". seperti berikut.
#cp
/etc/bind/db.local /etc/bind/db.nk
Selanjutnya
lakukan konfigurasi pada "db.tkj" dengan mengetikkan perintah seperti
berikut
#nano
/etc/bind/db.tkj
Edit
konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
;
$TTL 604.800
@ IN SOA newkomputer.com. root.newkomputer.com. (
$TTL 604.800
@ IN SOA newkomputer.com. root.newkomputer.com. (
2 ;
Serial
604800 ; Refresh
604800 ; Refresh
86400 ;
Retry
2419200 ;
Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS newkomputer.com.
@ IN NS newkomputer.com.
@ IN A 202.19.10.3
www IN CNAME @
~tambahakan saja dipaling bawah bila kita ingin link ftp, mail,blog,dsb.
ntp IN CNAME @
ntp IN CNAME @
ftp IN CNAME @
mail IN CNAME @
mail IN CNAME @
blog IN CNAME @
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
Langkah pertama, kita harus mengkonfigurasi kedua NIC pada PC Router. Pastikan ethernet A mendapat IP 192.168.1.2 (satu jaringan dengan ser...
-
Keuntungan dari jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resource hardware ataupun software yang ada. Remote Access adalah sal...
-
# apt-get install vsftpd Lakukan konfigurasi pada VSFTPD. Hilangkan tanda "#" yang ada di depan script berikut. # nano /et...
-
1. Pertama pastikan Virtual box terinstall di PC anda . Jika belum, dapat didownload Disini . Jika sudah, 2. Jalankan VirtualBox, klik...
-
Tutorial Cara Instalasi Windows 2008 Server Sekilas dulu ia Windows server 2008 adalah nama sistem operasi dari micrososft tentunya...
-
Unit pemprosesan yang berada dalam komputer adalah Central Processing Unit (CPU). CPU merupakan otak atau pengatur suatu sistem yang men...
-
1. Ubah Boot Priority yang ada di BIOS pada komputer dengan cara Menekan Delete, Esc, F1, atau F2 pada keyboard saat komputer baru dinya...
Followers
DnA . Diberdayakan oleh Blogger.




