Selamat Datang.. Berbagi Ilmu Pengetahuan sekitar Komputer dan Jaringan.

Sabtu, 06 Desember 2014

On 16.41 by Unknown in    No comments
MySQL adalah sebuah sistem manajemen database relasi yang bersifat “terbuka” (open source). Terbuka maksudnya adalah  MySQL boleh didownload oleh siapa saja, baik versi kode program aslinya (source code program) maupun versi binernya (executable program) dan bisa digunakan secara gratis baik untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan seseorang maupun sebagai suatu program aplikasi komputer. Sejarah MySQL yang merupakan hasil buah pikiran dari Michael “Monty” Widenius, David Axmark, dan Allan Larson dimulai tahun 1995. Mereka bertiga kemudian mendirikan perusahaan bernama MySQL AB di Swedia. MySQL memiliki kinerja, kecepatan proses, dan ketangguhan yang tidak kalah dibandingkan dengan database-database besar lainnya yang komersil seperti ORACLE, Sybase, Unify dan sebagainya. Dengan bersemangatkan Open Source, MySQL berkembang menjadi salah satu sistem manajemen database relasi terkemuka yang diakui secara Internasional. MySQL menggunakan bahasa standar SQL (Structure Query Language) sebagai bahasa interaktif dalam mengelola data. Perintah SQL sering juga disebut Query.

Tipe-Tipe Data My SQL
Secara umum tipe data pada MySQL dibagi menjadi 4 yaitu:
1.    Numeric Values yaitu angka atau bilangan seperti 10; 123; 100.50; -10; 1.2E+17; 2.7e-11; dan sebagainya. Tipe data ini dibagi menjadi dua yaitu Bilangan Bulat (Integer) dan Bilangan Pecahan (Floating-point). Bilangan bulat adalah bilangan tanpa tanda desimal sedangkan bilangan pecahan adalah bilangan dengan tanda desimal. Kedua jenis bilangan ini dapat bernilai positif (+) dan juga negatif (-). Jika bilangan tersebut menggunakan tanda positif (+) atau (-), maka disebut SIGNED. Sebaliknya bila tanpa tanda apapun disebut UNSIGNED. Karena tanda positif (+) dapat diabaikan penulisannya maka pada bilangan yang bernilai positif disebut UNSIGNED.
2.    String/Character Values adalah semua karakter (atau teks) yang penulisannya selalu diapit oleh tanda kutip baik kutip tunggal (‘) maupun kutip ganda (“). Hal ini tidak hanya berlaku pada huruf alfabet saja tetapi angka yang ditulis dengan tanda kutip pun akan menjadi karakter atau string.
3.    Date and Time Values yaitu tanggal dan waktu. Untuk jenis data tanggal dan waktu format standar (default) penulisan tanggalnya adalah “tahun-bulan-tanggal”, Misalnya untuk 22 Januari 2001 dituliskan “2002-01-22”. Untuk penulisan waktu, formatnya adalah “jam-menit-detik”. Contoh, “13:55:07”. Data tanggal dan waktu bisa digabung penulisannya menjadi “2002-01-22 13:55:07”.
4.    NULL. NULL sebenarnya bukan data, tapi dia mewakili sesuatu yang “tidak pasti”, “tidak diketahui” atau “belum ada nilainya”. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari Anda melakukan suatu survei berapa jumlah pengguna sistem operasi LINUX dan Windows di Indonesia. Selama survei belum tuntas maka data pastinya belum dapat diketahui. Oleh sebab itu, data tersebut bisa diwakili dengan NULL, alias belum diketahui.
Pada tipe-tipe data MySQL terdapat beberapa atribut yang memiliki arti sebagai berikut:
•     M,  menunjukkan lebar karakter maksimum. Nilai M maksimum adalah 255.
•     D,  menunjukkan jumlah angka di belakang koma. Nilai maksimum D adalah 30 tetapi dibatasi oleh nilai M, yaitu tidak boleh lebih besar daripada M-2.
•     Atribut yang diberi tanda [ dan ] berarti pemakaiannya adalah optional.
•     Jika atribut ZEROFILL disertakan, MySQL akan otomatis menambahkan atribut UNSIGNED.
•     UNSIGNED adalah bilangan tanpa tanda di depannya (misalnya tanda negatif).

Berikut tipe-tipe data yang didukung oleh MySQL, antara lain:
 1. Tipe data untuk bilangan 
No
Tipe Data
Bentuk Dasar Penulisan
Keterangan
Ukuran
1.
TINYINT
TINYINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Bilangan bulat terkecil, dengan jangkauan untuk bilangan bertanda -128 sampai dengan 127 dan untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan 255. Bilangan tak bertanda ditandai dengan kata UNSIGNED
1 byte
2.
SMALLINT
SMALLINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan untuk bilangan bertanda -32768 sampai dengan 32767 dan untuk yang tidak bertanda (jangkauan unsigned) 0 sampai dengan 65535
2 byte
3.
MEDIUMNIT
MEDIUMINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif.
Jangkauan  untuk bilangan bertanda -8388608 sampai dengan 8388607 dan untuk yang tidak bertanda (jangkauan unsigned) 0 sampai dengan 16777215
3 byte
4.
INT
INT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif .
Jangkauan untuk bilangan bertanda -2147483648 sampai dengan 2147483647 dan untuk yang tidak bertandan (jangkauan usigned)  0 sampai dengan 4294967295
4 byte
5.
 INTEGER
INTEGER [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Sama dengan INT.

6.
BIGINT
BIGINT [(M)] [UNSIGNED] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif .
Jangkauan  untuk bilangan bertanda -9223372036854775808 sampai dengan 9223372036854775807 dan untuk yang tidak bertanda 0 sampai dengan
184467440737079551615
8 byte.
7.
FLOAT
FLOAT [(M,D)] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi tunggal.
Jangkauan: -3.402823466E+38 s/d -1.175494351E-38, 0, dan 1.175494351E-38 s/d 3.402823466E+38
4 byte
8.
DOUBLE
DOUBLE [(M,D)] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi ganda.
Tidak dapat bersifat unsigned.
Nilai yang diijinkan adalah -1.7976931348623157E+308 hingga -2.2250738585072014E-308 untuk nilai negatif, 0, dan 2.2250738585072014E-308 hingga 1.7976931348623157E+308 untuk nilai positif.
8 byte
9.
 DOUBLE PRECISION
DOUBLE PRECISION [(M,D)] [ZEROFILL]
Bilangan pecahan berpresisi
ganda.
8 byte.
10.

REAL [(M,D)] [ZEROFILL]
Sinonim dari DOUBLE.
8 byte.
11.
DECIMAL
DECIMAL [(M,D)] [ZEROFILL]
Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif.
Misalnya DECIMAL(5,2) dapat digunakan untuk menyimpan bilangan -99,99 sampai dengan
99,99
M byte
12.
 NUMERIC
NUMERIC [(M,D)] [ZEROFILL]
Sama dengan Decimal.
M byte.

2.Tipe Data waktu dan tanggal
No
Tipe
Data
Bentuk Dasar Penulisan
Keterangan
Ukuran
1.
DATETIME

Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1000-01-01 00:00:00’ sampai dengan ‘9999-12-31 23:59:59’
8 byte.
2.
DATE

Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1000-01-01’ sampai dengan ‘9999-12-31 ’
8 byte.
3.
TIMESTAMP
TIMESTAMP [(M)]
Kombinasi tanggal dan waktu
dengan jangkauan dari ‘1970-01-01’ sampai dengan ‘2037 ’
4 byte.
4.
TIME

Digunakan untukmenyimpan waktu dengan jangkauan dari
-838:59:59 sampai dengan 838:59:59
3 byte.
5.
YEAR

Digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal antara 1901 sampai dengan 2155
1 byte

3. Tipe data untuk karakter dan lain-lain 
No
Tipe
Data
Bentuk Dasar Penulisan
Keterangan
Ukuran
1.
CHAR
CHAR(M) [BINARY]
Data string dengan panjang yang tetap. CHAR(1) cukup ditulis dengan CHAR. 1<=M<=255, Jika ada sisa, maka sisa tersebut diisi dengan spasi (misalnya nilai M adalah 10, tapi data yang disimpan hanya memiliki 7 karakter, maka 3 karakter sisanya diisi dengan spasi). Spasi ini akan dihilangkan apabila data dipanggil. Nilai dari CHAR akan disortir dan diperbandingkan secara case-insensitive menurut default character set yang tersedia, kecuali bila atribut BINARY disertakan.
M byte.
2.
VARCHAR
VARCHAR (M)
[BINARY]
Ukuran L+1 byte dengan L<=M dan
1<=M<=255. Data string dengan panjang bervariasi tergantung datanya. Jika nilai M adalah 10 sedangkan data yang disimpan hanya terdiri dari 5 karakter, maka lebar data tersebut hanya 5 karakter saja, tidak ada tambahan spasi.
L+1 byte
3.
TINYBLOB,
TINYTEXT

L+1 byte, dengan L<28 . Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 255 karakter.
L+1 byte
4.
BLOB,
TEXT

L+2 byte, dengan L<216 . Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 65535 karakter.
L+2 byte
5.
MEDIUMBLOB, MEDIUMTEXT

L+3 byte, dengan L<224. Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 1677215 karakter.
L+3 byte
6.
LONGBLOB, LONGTEXT

L+4 byte, dengan L<232. Tipe
TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 4294967295 karakter.
L+4 byte
7.
ENUM
ENUM(’nilai1’,’nilai2’,..)
Ukuran 1 atau 2 byte tergantung nilai
enumerasinya maks 65535 nilai
1 atau 2 byte
8.
SET
SET(’nilai1’,’nilai2’,..)
Ukuran 1,2,3,4 atau 8 byte tergantung jumlah anggota himpunan maks 64 anggota.
1,2,3,4 atau 8 byte

Tipe-tipe yang didukung MySQL di atas dapat menjadi pilihan dalam penyusunan database. Sebagai contoh, jika kita hendak menyimpan data jumlah suatu stok barang yang tidak melebihi angka 200 misalnya, maka sebaiknya memilih tipe data TINYINT yang diberi atribut UNSIGNED. Alasannya adalah jumlah stok tidak melebihi 200 dan tidak mungkin lebih kecil dari 0, dan tipe data TINYINT memiliki jangkauan 0 hingga 255, jadi memenuhi syarat untuk digunakan.
Contoh yang lain, misalnya kita hendak membuat database nomor telpon dari teman-teman kita. Memang nomor telpon seluruhnya terdiri dari angka, namun nampaknya tidak tepat bila disimpan dalam tipe data INT (atau bahkan BIGINT bila hendak menyimpan nomor handphone). Lebih baik dimasukkan ke dalam CHAR atau VARCHAR dengan M adalah 12. Mengapa 12? Karena nomor handphone terpanjang terdiri dari 12 digit. Sedangkan nomor telpon rumah terpanjang adalah 8 digit ditambah kode area terpanjang 4 digit, jadi angka 12 sangat pas.
Lalu bagaimana penerapannya dalam operasi MySQL? Misalnya kita hendak membuat tabel stok barang dengan masing-masing field adalah kode barang, nama barang, harga barang, supplier, dan tanggal beli, maka kemungkinan perintah yang harus ditulis adalah sebagai berikut:
MySQL> create table stok
-> kode char(5),
-> nama varchar(20),
-> harga mediumint unsigned,
-> supplier char(5),
-> tanggal date);
Perintah tersebut di atas akan membuat tabel bernama stok dengan field-field sebagai berikut: 
Nama field
Tipe data
Keterangan
Kode
Char(5)
Kode barang biasanya memiliki jumlah karakter tetap, dalam contoh ini adalah 5.
Nama
Varchar(20)
Nama barang kemungkinan besar memiliki jumlah karakter yang berbeda-beda, sehingga cocok menggunakan varchar.
Harga
Mediumint Unsigned
Harga tergantung dari jenis barangnya, pada contoh ini dianggap harga barang tertinggi di bawah 100 jutaan.

Demikian penjelasan singkat mengenai MYSQL serta Tipe-Tipe Data yang Didukung oleh MYSQL. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda...

On 16.09 by Unknown in    No comments
 DHCP (Dynamic Host Control Protocol) Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

 

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi. DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

 

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Kelebihan DHCP
1.        Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
2.        DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
3.        DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
4.        DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
5.        DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.

Install paket DHCP server dengan menggunakan perintah berikut:
$ apt-get install dhcp3-server




Konfigurasi DHCP Server
Konfigurasi DHCP server terletak pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Berikut langkah-langkah
konfigurasi DHCP server:
1. Edit file /etc/dhcp3/dhcpd.conf
# nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf

2. Edit file tersebut sehingga isi file seperti berikut:












Penjelasan:
§ subnet 192.168.25.0 netmask 255.255.255.0
Baris ini menjelaskan sub network kita yang akan di berikan ip otomatis.
§ range 192.168.25.10 192.168.25.50;
Baris ini membahas range ip yang akan diberikan ke client sebagai ip
otomatis.
§ option domain-name-servers 192.168.25.1;
Baris ini menjelaskan IP/Domain DNS Server
§ option domain-name "smktkj.sch.id";
Baris ini menjaskan domain yang dipakai client.
§ option routers 192.168.25.1;
Baris ini menjelaskan IP default gateway yang di pakai client
§ option broadcast-address 192.168.25.255;
Baris ini menjelaskan alamat broadcast network
§ default-lease-time 600; dan max-lease-time 7200;
baris ini menjelaskan batas pemakaian IP.

3. Simpan file tersebut, lalu restart DHCP
# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Jika kita ingin memberikan ip tertentu sesuai MAC Address, maka tambahkan konfigurasi
berikut pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Carilah baris :
#host fantasia {
#   hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
#   fixed-address fantasia.fugue.com;
#}

Dan rubah menjadi :

host ws-03 {
hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
fixed-address 192.168.25.3;
}



On 15.58 by Unknown in    No comments
Domain Name System Server adalah server yang berfungsi menyimpan informasi tentang hostname atau domain dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer, misalnya pada internet. DNS bisa dianggap seperti buku telepon dimana saat pengguna mengetikkan www.lastkomputer.com maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 202.19.10.1

Lakukan instalasi paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#apt-get install bind9

Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "named.conf.local" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#nano /etc/bind/named.conf.local

Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.

zone "lastkomputer.com" {
              type master;
              file "/etc/bind/db.lk";
};


zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
              type master
              file "/etc/bind/db.202";
};


Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama "db.lk". Gandakan juga file "db.127" dan simpan dengan nama "db.202" seperti berikut.
#cp  /etc/bind/db.local /etc/bind/db.lk
#cp  /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.202

Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.smktkj" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#nano /etc/bind/db.lk

Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
;
$TTL   604.800
@      IN SOA          lastkomputer.com. root.lastkomputer.com. (
2               ; Serial
      604800          ; Refresh
86400           ; Retry
2419200         ; Expire
604800  )       ; Negative Cache TTL
;
@          IN         NS         lastkomputer.com
@          IN         A          202.19.10.1
www        IN         CNAME      @


Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. 
 Note : Agar lebih cepat untuk mengganti "localhost" menjadi "lastkomputer.com" gunakan "Ctrl+\" untuk mereplace.
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.202" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#nano /etc/bind/db.202

Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.

;
$TTL      604.800
@    IN   SOA  lastkomputer.com. root.lastkomputer.com. (
2               ; Serial
      604800          ; Refresh
86400           ; Retry
2419200         ; Expire
604800  )       ; Negative Cache TTL
;
@          IN         NS         lastkomputer.com.
1          IN         PTR        lastkomputer.com.

 
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X.
#nano /etc/resolv.conf

Dan isikan script berikut.
search lastkomputer.com
nameserver 202.19.10.1

Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
#/etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service . . . : bind9.
Starting domain name service  . . . : bind9.

Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah
nslookup/dig pada ip address DNS Server kita seperti contoh berikut
#nslookup       202.19.10.1
Server:         202.19.10.1
Address         202.19.10.1#53

1.10.19.202.in-addr.arpa   name = lastkomputer.com


Lakukan hal serupa pada domain DNS Server kita seperti berikut.
#nslookup smktkj.sch.id
Server:         202.19.10.1
Address         202.19.10.1#53

Name:           lastkomupter.com
Address:        202.19.10.1
Jika hasilnya seperti di atas, maka instalasi DNS Server telah selesai

==NOTE==
~Bagaimanakah kita membuat 2 atau lebih DNS, server2 (ip 202.19.10.3)?
Yang harus di lakukan pada server1 (ip 202.19.10.1) adalah membuat zone dengan nama sesuai pesanan misalnya new komputer.com

Edit file /etc/bind/named.conf.local
#nano /etc/bind/named.conf.local
zone "lastkomputer.com" {
              type master;
              file "/etc/bind/db.lk";
};

zone "10.19.202.in-addr.arpa" {
              type master
              file "/etc/bind/db.202";
};

zone "newkomputer.com" {
              type master;
              file "/etc/bind/db.nk";
}; 

Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama "db.tkj". seperti berikut.
#cp  /etc/bind/db.local  /etc/bind/db.nk

Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.tkj" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
#nano /etc/bind/db.tkj

Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
;
$TTL   604.800
@      IN SOA          newkomputer.com. root.newkomputer.com. (
2               ; Serial
      604800          ; Refresh
86400           ; Retry
2419200         ; Expire
604800  )       ; Negative Cache TTL
;
@          IN         NS         newkomputer.com.
@          IN         A          202.19.10.3
www        IN         CNAME      @

~tambahakan saja dipaling bawah bila kita ingin link ftp, mail,blog,dsb.
ntp        IN         CNAME      @
ftp        IN         CNAME      @
mail       IN         CNAME      @
blog       IN         CNAME      @